Welcome to A-Yunanto's Site where you can get a lot of informations about health and medicine. You can buy many e-books here, you can take journals from free online medical journals and also order medical book from online bookstores. You can also order CD, DVD, handphone, house, books, or novels here. And for your hobbies, just download several songs, lyrics, MP3, games, and etc. So,just enjoy it!^_^ HaveANiceDay

Tuesday, October 20, 2009

Leukemia, "The Pirates of Children's Smile"

Hai,Guys lama tak bersua..^_^
Kalau berbicara tentang leukemia mungkin bayangan kita akan tertuju pada seorang anak yang terlihat lemas, pucat, banyak memar, dan sebagian terlihat botak karena menjalani kemoterapi berkali-kali... Leukemia akut pada masa anak-anak merupakan 30-40% dari keganasan pada anak dan mencapai 97% dari semua leukemia pada anak (82% LLA, 18% LMA).. Coba bayangkan betapa banyak senyum manis dan lugu mereka yang terenggut oleh penyakit yang sampai kini belum diketahui pasti penyebabnya ini.. Itu sebabnya, saya ingin membahas lebih mendalam lagi mengenai penyakit leukemia. Video berikut mungkin dapat memberi contoh bagaimana bayi mungil yang polos pun bisa menjadi korbannya... Semoga bermanfaat


DEFINISI LEUKEMIA
Secara harfiah, leukemia berarti darah putih yang berasal dari asal kata Yunani yakni leukos yang artinya putih dan aima yang berarti darah. Akan tetapi hal ini musti dibedakan dengan leukosit yang artinya juga sel darah putih.

Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang, yang ditandai oleh perbanyakan (proliferasi) sel-sel darah putih (leukosit) secara tidak teratur dan tidak terkendali dan fungsinya pun menjadi abnormal. Dominasi leukosit yang abnormal (sel leukemia) di sumsum tulang akan menekan produksi leukosit normal, trombosit maupun eritrosit, dan hal inilah yang menyebabkan terjadinya anemia dan trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah). Itu sebabnya pasien leukemia akan rentan sekali terkena infeksi (fs.leukosit), mudah terjadi perdarahan dan memar (fs.trombosit), dan terlihat pucat serta lemas (fs.eritrosit). Sel leukemia juga bisa menyebar ke pembuluh limfatik dan organ-organ lain yang menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri.

ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO LEUKEMIA
Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:

1. Radiasi

Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung:

  • Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia
  • Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia
  • Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang
2.Faktor Leukemogenik

Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia:

  • Racun lingkungan seperti benzena
  • Bahan kimia industri seperti insektisida
  • Obat untuk kemoterapi
  • Marijuana maternal
3.Epidemiologi
  • Di Afrika, 10-20% penderita LMA memiliki kloroma di sekitar orbita mata
  • Di Kenya, Tiongkok, dan India, LMK mengenai penderita berumur 20-40 tahun
  • Pada orang Asia Timur dan India Timur jarang ditemui LLK.
4.Herediter
Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal. Pada anak-anak dengan sindrom Bloom's, anemia Fanconi's, dan ataksia telangiektasia juga diketahui mempunyai insidens menderita leukemia yang lebih tinggi.

5.Virus
Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada orang dewasa.

PATOGENESIS LEUKEMIA
Walaupun etiologi leukemia pada manusia belum jelas, namun pada penelitian mengenai proses leukemogenesis pada binatang percobaan ditemukan bahwa penyebab/agennya mempunyai kemampuan untuk melakukan modifikasi nukleus DNA dan kemampuan ini meningkat bila terdapat suatu kondisi genetik tertentu, seperti translokasi, amplifikasi, dan mutasi onkogen seluler. Pengamatan ini menguatkan anggapan bahwa leukemia dimulai dari suatu mutasi somatik yang mengakibatkan terbentuknya "gugus" abnormal.

Mekanisme kontrol seluler normal mungkin tidak bekerja dengan baik akibat adanya perubahan pada kode genetik yang seharusnya bertanggung jawab atas pengaturan pertubuhan sel dan diferensiasi.

Sel-sel leukemia menjalani waktu daur ulang yang lebih lambat dibandingkan sel normal. Proses pematangan atau maturasi berjalan tidak lengkap dan lanbar dan bertahan hidup lebih lama dibandingkan sel sejenis yang normal.

KLASIFIKASI LEUKEMIA
Leukemia dapat diklasifikasikan atas dasar:

1.Perjalanan alamiah penyakit: akut dan kronis
Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun bahkan ada yang mencapai 5 tahun.

2.Tipe sel predominan yang terlibat: limfoid dan mieloid
Penyakit diklasifikasikan dengan jenis sel yang ditemukan pada sediaan darah tepi.
  • Ketika leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik.
  • Ketika leukemia mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil maka disebut leukemia mielositik
3.Jumlah leukosit dalam darah
  • Leukemia leukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah lebih dari normal, terdapat sel-sel abnormal
  • Leukemia subleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, terdapat sel-sel abnormal
  • Leukemia aleukemik, bila jumlah leukosit di dalam darah kurang dari normal, tidak terdapat sel-sel abnormal
PREVALENSI 4 TIPE UTAMA

Dengan mengombinasikan dua klasifikasi pertama, maka leukemia dapat dibagi menjadi:

  • Leukemia Limfositik Akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih
  • Leukemia Mielositik Akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
  • Leukemia Limfositik Kronik (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak
  • Leukemia Mielositik Kronik (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit

Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.

GEJALA DAN TANDA

Manifestasi leukemia akut merupakan akibat dari komplikasi yang terjadi pada neoplasma hematopoetik secara umum. Namun setiap leukemia akut memiliki ciri khasnya masing-masing. Secara garis besar, leukemia akut memiliki 3 tanda utama yaitu:

  • Jumlah sel di perifer yang sangat tinggi, sehingga menyebabkan terjadinya infiltrasi jaringan atau leukostasis
  • Penggantian elemen sumsum tulang normal yang dapat menghasilkan komplikasi sebagai akibat dari anemia, trombositopenia, dan leukopenia
  • Pengeluaran faktor faali yang mengakibatkan komplikasi yang signifikan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap (DPL) dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis leukemia. Namun untuk memastukannya harus dilakukan aspirasi sumsum tulang dan dilengkapi dengan pemeriksaan
radiografi dada, cairan serebrospinal, dan beberapa pemeriksaan penunjang lainnya. Cara ini dapat mendiagnosis sekitar 90% kasus, sedangkan sisanya memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut seperti sitokimia, imunologi, sitogenetika, dan biologi molekuler.

Pada DPL didapatkan anemia, kelainan jumlah hitung jenis leukosit, dan trombositopenia. Bisa juga terdapat eosinofilia reaktif. Pada pemeriksaan preparat apus darah tepi didapatkan sel-sel blas.

Pada protokol WK-ALL dan protokol Nasional (Protokol Jakarta) pasien LLA dimasukkan dalam kategori risiko tinggi bila jumlah leukosit > 50.000, ada massa mediastinum, ditemukan leukemia susunan saraf pusat (SSP), serta jumlah sel blas total setelah 1 minggu diterapi dengan deksametason lebih dari 1000/milimeter kubik. Massa mediastinum akan tampak pada radiografi dada, sedangkan untuk menentukan adanya leukemia SSP harus dilakukan aspirasi cairan serebrospinal (pungsi lumbal) dan dilakukan pemeriksaan sitologi.

FAKTOR PROGNOSTIK
Berdasarkan ini, pasien dapat dibedakan ke dalam kelompok risiko biasa dan risiko tinggi.

Faktor Prognostik (Khusus pada LLA)
Jumlah leukosit awal >50.000 u/L, usia pasien <18>10 tahun, fenotip imunologis dari limfoblas (leukemia sel B lebih buruk dari sel T), jenis kelamin perempuan, respon setelah terapi prednison selama 1 minggu (sel blas masih tinggi), kelainan jumlah kromosom (hipoploidi). Semuanya dapat memperburuk prognosis LLA.

PENATALAKSANAAN
Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukoemia dan pengobatan komplikasi antara lain berupa pemberian transfusi darah/trombosit, pemberian antibiotik, pemberian obat untuk meningkatkan granulosit, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik, dan pendekatan aspek psikososial.

Terapi kuratif/spesifik bertujuan untuk menyembuhkan leukemianya berupa kemoterapi yang meliputi fase induksi remisi, intensifikasi, profilaksis SSP, dan rumatan.

Pasien dinyatakan remisi komplit apabila tidak ada keluhan dan bebas gejala klinis leukemia, pada aspirasi didapatkan jumlah sel blas <5%>12 g/dL tanpa transfusi, jumlah leukosit >3000/uL dengan hitung jenis leukosit normal, jumlah granulosit >2000/uL, jumlah trombosit >100.000/uL, dan pemeriksaan cairan serebrospinal normal.

Adapun terapi transplantasi sumsum tulang dapat memberikan kesempatan untuk sembuh, terutama pada pasien anak-anak dengan leukemia sel T yang setelah relaps mempunyai prognosis buruk dengan terapi sitostatika konvensional.

Penasaran? Baca terusannya...

Saturday, June 27, 2009

Info Paling Update Pelatihan HIPERKES 2009..! (kelas Khusus 2003)

Departemen IKK FKUI bekerjasama dengan Panitian Lulusan Dokter FKUI akan kembali mengadakan pelatihan HIPERKES periode 2009.

Dibuka satu kelas, karena itu jumlah tempatnya sangat terbatas, yakni 30 orang saja untuk satu kelas. Maka bagi yang ingin mendaftar harap segera menghubungi CP kami sehingga bisa segera kami daftarkan untuk Pelatihan HIPERKES 2009 edisi ini.

Jadwalnya adalah:

Tempat : Gedung IKK FKUI, Cikini Jakarta Pusat
Waktu : 16 - 25 November 2009
Harga : Rp 2.000.000,-
Fasilitas :
- Pelatihan HIPERKES oleh staf pengajar UI
- Modul pelatihan & seminar kits
- Makan siang +snack
- Sertifikat HIPERKES Depnakertrans berlaku SEUMUR HIDUP
- Sertifikat kedokteran Okupasi 12 SKP, dll.

Pelatihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi teman-teman yang memang setelah lulus ingin segera mendaftar menjadi dokter perusahaan melainkan juga bagi teman-teman yang suatu saat nanti akan bekerja di perusahaan, karena Sertifikatnya berlaku SEUMUR HIDUP dan harganya selalu naik setiap tahunnya (menurut info, thn depan harganya akan mjd +/-Rp 2,2 juta..!!!). Jadi tahun ini adalah HARGA TERMURAH untuk angkatan kita.

Sertifikat HIPERKES merupakan syarat wajib bagi setiap dokter yang ingin mengembangkan karirnya di sebuah perusahaan. Selain sertifikat yang berlaku seumur hidup, pelatihan ini juga mendapatkan akreditasi IDI sebesar 12 SKP. Pelatihan ini berlangsung selama 10 hari (minggu libur), meliputi kegiatan materi dan kursus, serta plant survey ke perusahaan.

Pendaftaran minimal 10 hari sebelum pelatihan, dilakukan melalui transfer ke rekening:

-BCA cab.Bandung Setia Budi no.2331.6484.87 an. Segal Abdul Aziz
-BNI'46 cab UI Depok no.0165368986 an.Sorayah Agustini
-Bank Mandiri cab. Jakarta RSCM no.122.00.05183309 an.Fitri Juniarta

Bukti Pembayaran dikirim via fax ke (021) 31926364 pada hari&jam kerja

Keterangan lebih lanjut:
Contact Person:
dr. Artha (08129433356), dr.
Tissa (085710589180), dr.Hilmi (02193078700), dr.Oya (02192627208), dr.Segal (08156078352), dr.Angling (02199154990)
email: hiperkes_ui@yahoo.com,
web: http://hiperkes09.wordpress.com
atau bisa juga di http://dr-aysay.blogspot.com


- Panitia HIPERKES 2009

Penasaran? Baca terusannya...

Monday, May 11, 2009

Flu Burung Ternyata Rekayasa Senjata Biologi AS & WHO

by : fadhil ahsan

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).

Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia . Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It's Time for the World to Change.

Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. "Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta , Kamis (21/2).
Situs berita Australia , The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi.

Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO.
"Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya.

Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku.
"Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan penerbitan besar," katanya.
Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua.

"Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini. Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoyang memintanya menarik buku dari peredaran.

"Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia , sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari peredaran.
Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu.

Mengubah Kebijakan
Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.
Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun.
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005.

Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
"Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi encaman virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist.

The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu burung 2005 silam.

Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung. Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen.
Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?

Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di Vietnam . Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus.
Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung.

Mereka mengambilnya dari Vietnam , negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi. Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak.

Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC. Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico , AS. Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui. Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.

Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima . Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?

Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu. Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos , memujinya. Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia , yang konon telah ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.

Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil,
transparan, dan setara. Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik dan membahayakan dunia.

Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.Sumber : Ini Bukunya Menkes Fadilah Bikin Gerah AS-WHO
:sobrakana::sobrakana::sobrakana::sobrakana::yawn:

Penasaran? Baca terusannya...

Tuesday, April 21, 2009

Doctor’s Career Update 2009


Kawan-kawan teman sejawat semuanya.. Saya ada info acara yg menarik lagi ni, semoga bisa bermanfaat. Doctor's Career Update (DCU) 2009..!

Ini adalah kali ke-5 (kalau saya tidak salah) FKUI mengadakan acara DCU. Setelah sukses di DCU-DCU sebelumnya, tahun ini FKUI kembali ingin membuka wacana terhadap teman sejawat sekalian atau calon-calon dokter tentang peluang dan prospek dokter dalam berbagai lembaga.

Di dalam DCU ini akan dikupas tentang seluk beluk kehidupan karir dokter, mulai dari dokter spesialis (dari berbagai bidang spesialis), dokter perusahaan, dokter luar negeri, dokter PTT, dokter TNI, dokter WHO dan masih banyak lagi!

Waktu : 9 - 10 Mei 2009
Pukul : 08.00 - 16.00
Tempat : Aula FKUI, Jl. Salemba Raya no. 6 Jakarta Indonesia

Tiket
Mahasiswa: Rp 100.000
Dokter : Rp 125.000

Contact Person
Mba Mimin (085280116240/0213920249)
Sasha (08128571303)

Pembicaranya adalah praktisi langsung yang telah berpengalaman dan bekerja di masing-masing bidangnya. Bentuk acara DCU adalah seminar dan diskusi sehingga bisa saling bertanya dan sharing langsung. Semoga bermanfaat..!^_^

Penasaran? Baca terusannya...

Monday, April 20, 2009

Updates in Advanced Cardiac Life Support (ACLS)


Bagi yang berminat untuk ikut pelatihan ACLS, berikut adalah jadwal yang paling baru mengenai ACLS. Sebagaimana yang kita semua ketahui, sertifikat ACLS diperlukan apabila kita ingin mendaftar di rumah sakit atau di bekerja di instansi gawat darurat lainnya. Memang tidak wajib, tapi ACLS menjadi nilai tambah tersendiri bagi yang telah mengikutinya.

ACLS akan diadakan pada tanggal :
- Periode I : 8-10 Mei 2009
- Periode II : 14-16 Agst 2009
- Periode III : 2-4 okt 2009
- Periode IV : 9-11 okt 2009
- Periode V : 16-18 okt 2009
- Periode VI : 23-25 okt 2009

Syarat:
1. Surat tanda lulus sebagai dokter
2. foto 4x6 berwarna 2 lembar
3. Isi formulir biodata

30 pendaftar pertama 2,4 juta rupiah...!

Pembayaran dapat dilakukan melalui:
BCA KCP pademangan
rek no 487-03-550-21 a.n Prawira Winata
Mandiri KCP Jkt-RSCM
rek no 122-00-0513060-7 a.n Rany Ayu Puspita Sari

Bukti transfer di foto kopi. SMS bila sudah transfer.
Pendaftaran terakhir 31 Mei 2009

Terimakasih

Penasaran? Baca terusannya...

Sunday, April 19, 2009

Seminar dan Workshop "Course on Primary Diabetic Healthcare (COMBAT)"


Topik Seminar and Workshops:

Updates on Diagnostic, Prevention and Treatment
Updates on Anti Diabetic Agents
Diabetic Foot Management
Emergency Aspect of DM
Diet Management
DM Exercise
Education Aspect: for Primary Care

Reg.Fee :
Rp. 150.000,00 (FKUI Medical Student)
Rp. 175.000,00 (Non-FKUI Medical Student)
Rp. 200.000 (Doctor)

Rek. Bank Mandiri:1220005158574, a.n Rika Serlita


Penasaran? Baca terusannya...

Saturday, April 18, 2009

Seminar "Optimizing Your Child's Golden Age"

Berangkat dari kesadaran bahwa tiga tahun pertama usia anak merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan, maka Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyelenggarakan Seminar "Optimizing Your Child's Golden Age". Seminar ini terbuka untuk kalangan medis (mahasiswa FK dan dokter) serta kalangan umum.

Seminar untuk kalangan medis :
- Hari/ tanggal : Sabtu, 2 Mei 2009
- Tempat : Aula FKUI, Jl. Salemba Raya No.6, Jakarta Pusat

Topik:
1. Masalah makan pada anak dan penanggulangannya (Dr.dr. Damayanti Rusli Syarif, SpA)
2. Obesitas dan balanced diet (dr. Aryono Hendarto, SpA)
3. Immunization Update (dr. Rini Sekartini, SpA)
4. Prosedur Vaksinasi yang Baik&Teknik Penyimpanan Vaksin yang baik (dr. Soedjatmiko, SpA)
5. Tumbuh Kembang pada bayi prematur (dr. Hartono Gunardi, SpA)
6. ASI & Inisiasi Menyusu Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal (dr. Mulya Rachma Karyanti)

Tersedia akreditasi dari Ikatan Dokter Indonesia.

Keluarga, sebagai pihak terdekat yang memegang peran utama untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak dalam periode emasnya juga dapat berpartisipasi dalam seminar ini.

Seminar untuk kalangan umum dilangsungkan pada:
- Hari/ tanggal : Minggu, 3 Mei 2009
- Tempat : Aula FKUI, Jl. Salemba Raya No.6, Jakarta Pusat


Topik:
1. Pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang bekerja (dr. Yoga Devaera, SpA)
2. Makanan Pendamping ASI dan Suplemen (dr. Sri Sudaryati Nasar, SpA)
3. Serba-serbi imunisasi (dr. Hartono Gunardi SpA)
4. Imunisasi Human Papiloma Virus pada anak (dr. Soedjatmiko, SpA)
5. Stimulasi Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal (dr. Soedjatmiko, SpA)
6. Manfaat Pijat Bayi untuk Tumbuh Kembang (dr. Bernie Endyarni, SpA)

Juga akan diselenggarakan acara vaksinasi di luar non-PPI (PPI: Program Pengembangan Imunisasi. jenis dan harga akan diumumkan lebih lanjut, tersedia reduksi harga vaksinasi), pada hari Jumat, 8 Mei 2009 bertempat di Ruang Poliklinik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Ciptomangunkusumo (RSCM).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi
- Fany (08121807182)
- Bintang (0811963786)

Penasaran? Baca terusannya...